SUKU SAING PUAK (1)

 SUKU SAING PUAK (1)

Suku saing puak adalah suku yang cukup dikenal, setiap tetua masyarakat Paser pasti mengetahui akan sempuri(dongeng) suku ini, nama suku Saing puak adalah bahasa lokal yang dalam bahasa Indonesianya 'saing' berarti dataran tinggi, 'Puak' keturunan bisa disimpulkan bahwa arti nama 'Saing puak' adalah keturunan gunung. dan sesuwai dengan penuturan tetua suku Paser, suku Saing puak adalah salah satu suku paser yang menempati di dataran tinggi di wilayah Paser, pola hidup dari suku Saing puak cedrung nomaden. di tuturkan suku ini lebih mengandalkan dari pada kekayaan alam di lingkungan mereka tinggal(berburu dan meramu) namun tak jarang mereka juga membuka hutan untuk berladang(ngumo) sebagai mana suku Paser lainnya, hanya saja suku ini tidak mengenal garam saat menambah rasa makanan mereka. dan mempunyai satu tradisi unik dalam bercocok tanam, bila mereka berladang mereka tidak hanya menanam padi tetapi juga menanam tanaman keras seperti durian, cempedak, paken/elai dan tanaman keras lainya. setelah dua atau tiga kali tanam padi dan panen mereka pindah mencari tanah yang subur untuk mereka garap lagi, 'karna tradisi bercocok tanam mereka tersebut jangan heran bila di pegunungan wilayah paser kita menemukan banyak pohon buah-buahan di tengah hutan belantara saat ini,'kata tetua suku Paser. selain dari pola hidup dan tradisi berladang mereka yang unik ternya ada satu hal lain yang membuat suku ini melegenda yaitu pakaian di kenakan dan kelebihan(kesaktian) yanga mereka miliki. di ceritaka orang - orang suku Saing puak mengenakan Pakaian seperti suku Paser lain hanya saja pakaian yang mereka gunakan terbuat dari bahan kulit kayu di sebut mereka 'upak pontun' sejenis kayu tarap atau dari kulit kayu gaharu (upak mensopot) bisa juga dari sejenis kayu lain, yang jelas kata mereka suku ini selalu berpakain dari kulit kayu. adapun kelebihan orang - orangnya di ceritaka beraneka ragam ada yang berjalan cepat sekejap mata melangkah langsung menghilang, ada yang kuat luar biasa bisa mecabut pohon besar dan mencabut bambu betung serumpun, ada juga di ceritakan bila tubuhnya terpotong bisa menyambung kembali, ada juga yang mempunyai kelebihan dengan istri sampai tujuh orang,bahkan para tetua suku Paser menceritakan ada seseorang tokoh dari suku Saing puak hidup abadi sampai saat ini bernama Kakah Tengko yang akan muncul sewaktu-waktu bila suku Paser dalam keadaan gawat.

kebali berdasarkan penuturan tetua, ternyata banyak juga dari mereka mengatakan selain mempunyai keunikan dan kelebihan diceritakan orang-orang suku Saing puak ternyata mempunyai kekurangan, kekurang mereka adalah rata-rata mereka mempunyai penampilan wajah dibawah standar suku Paser yang lain (buruk rupa) dan agak terbelakang dalam segi kecerdasan sehingga mereka menjadi suku yang agak sulit beriteraksi dengan suku-suku lain, bahkan ada berberapa tetua masyarakat berkata mengenai suku Saing puak yang sedikit kotroversi, seperti ini dalam bahasa Paser:  'Ulun Saing puak ene dat nau, mone bungang, bontul aso, koe ka kuman taruk tawai koe mono ngumo,mokoyo dero jumpus tempondo', bila diartikan dalam bahsa Indonesia kurang lebih adalah. 'suku Saing puak itu buruk rupa,bodoh,pemalas lagi. sanggup makan pucuk kayu hambar(tampa garam)karna malas berkebun, makanya mereka punah sekarang'....

itulah tutur tetua tentang suku Saing puak yang cukup di kenal di kalangan masyarakat Paser dengan kelebihan dan kekuranya. namun tentu kita berpikir bagian akhir dari tulisan ini yang ngambang.

kita akan cari tau, benarkah suku Saing puak yang begitu unik bisa dengan mudah punah hanya dengan gaya hidup malas? sedangkan mereka banyaknya kelebihan yang melegenda, bila mereka tidak punah tentu ada wilayah sebaran sukunya, dimana keberadaan mereka jaman sekarang? ..................

 

mungkin lebih baik kita cari tau nanti di penulisan berikutnya.........        

 

    

Komentar