RISALAH PERGURUAN SILAT SEPECUT MARABUNTA INDONESIA
RISALAH
PERGURUAN SILAT SEPECUT MARABUNTA INDONESIA
1.PERGURUANSILAT SEPECUT MARABUNTA INDONESIA
Perguruan silat Sepecut Marabunta
merupakan perguruan silat yang tumbuh dan berkembang kabupaten paling selatan
di provinsi Kalimantan timur berpusat
di ibu kota kabupaten yaitu tana Paser yang dulu dikenal dengan nama tanah
grogot, didirikan oleh seorang pendekar silat bernama Sultani alias Kesot bin
Ibas pada tahun 1972 dan
beliyau sendiri sebagai guru besar perguruan, saat ini guru Sultani alias Kesot membuka lapangan
pelatihan sekaligus mendirikan Sekretariat pusat perguruan di samping
Gedung Olah Raga tapis jalan banting setir tanah paser dan mempunyai cabang
yang menyebar di beberapa wilayahkecamatan dan desa di kabupaten paser,dengan lambang semut
merah dengan dasar warna kuning, dua buah cambuk dikiri-kanan dan di kelilingi dua buah lingkaran
warna merah bagian dalam dan
warna hitam bagian luar yang diantaranya bertuliskan Sepecut Marabunta Indonesia berwarna
hitam dimana di setiap agian lambang dan warna tersebut mempunyai makna pilosofi menyesuaikan ideologi silat yang di anut oleh perguruan, dan
menggunakan seragam berwarna putih dengan lambang perguruan dada kiri di lapisi kain hitam persegi empat
demikian juga lambang Ipsi di dada kanan.

foto
lambang perguruan silat Sepecut Marabunta
Perguruan Silat Sepecut Marabunta mempunyai andil besar terbentuk
organsasi IPSI di Kabupaten Paser Pada tahun 1976 yang awalnya hanya beranggotakan empat
perguruan silat yang utama pada masa itu yang mana Perguruan Sepecut Marabunta
sebagai perguruan tuan rumah,kemudian Tapak Suci, Setia hati Teratai, Perisai
Diri dan Ipks. Sejak bergabung dengan- IPSI atlit-atlit dari Perguruan silat Sepecut
Marabunta selalu aktif berpartisipasi dalam berbagai pertandingan resmi di
tingkat daerah sebagai pembuktian bahwa perguruan Sepecut Marabunta cukup
konsisten membina muda-mudi dalam hal beladiri, walaupun belum mencapai
prestasi ketingkat nasioanal dan internasional seperti atlit beladiri perguruan
silat lain semangat dalam pencapaian prestasi para pesilat dari peguruan
Sepecut Marabunta sangat tinggi dan mendapan respons positifdari IPSI dan KONI kabupaten paser.
Perguruan silat Sepecut Marabunta
itu sendiri merupakan perguruan silat beraliran Pulau Pinang yaitu aliran silat
kuntau Sepecut yang
cukup tua di pulau kalimantan yang lebih menitik beratkan kepada pelatihan
teknik fisik, mental
dan budi pekerti namun gerak langkah memiliki seni keindahan gerak tari
sebagaimana ciri khas silat Nusantara
pada umumnya, penggabungan dari berbagai aliran silat nusantara dengan aliran silat
pulau pinang membuat jurus yang
di miliki ciri khas tersendiri sehingga perguruan silat sepecut Marabunta menjadi perguruan yang cukup
diminati masyarakat lokal dan luar daerah walaupun tidak banyak tatapi setiap
tahunnya selalu ada yg bersedia bergabung menjadi murid demi menuntut ilmu
silat. metode pelatihan tidak jauh berbeda dengan
perguruanlain secara umumnya dengan dua sistem frivat dan berjenjang (siswa)
hanya saja materi didalamnya yang sedikit berbeda karna
disitulah ciri khas suatu perguruan. untuk penerimaan keanggotan perguruan
Sepecut Marabunta tidak mempunyai syarat khusus yang bersifat baku di karnakan
peguruan ini adalah perguruan lintas agama suku dan ras siapapun boleh bergabung selama berjiwa dan
fisik yang sehat, usia
yang cukup serta tidak terikat dengan perguruan lain karna peguruan Sepecut
Marabunta sangat menjunjung tinggi sportifitas juga etika dalam persilatan sehingga menghargai
dan menghormati sesama perguruan silat merupakan hal yang utama. Untuk mencapai
kelulusan murid-murid perguruan silat Sepecut Marabunta harus melalui sistem
kenaikan tingkat mempunyai tahapan yang
terbilang sulit dan cukup berat, berawal
dari tinggkat dasar yaitu sabuk putih di sebut juga CALON KELUARGA tahapan awal
ini murid harus menguasai materi dasar dan fisik baru bisa naik ketingkan
berikutnya yaitu sabuk kuning yang di sebut juga KELUARGA pada tahapan ini
murid harus menguasai gerakan dasar fisik teknik dasar bertarung dan jurus,
baru bisa naik ketingkat berikutnya di sebut juga tingkat PENDEKAR MUDA atau
sabuk hijau pada tinggkatan berikutnya adalah sabuk biru atau PENDEKAR MADYA
pada tingkatan ini murid harus memiliki kesempurnaan
gerak dasar jurus dan teknik bertarung serta pernapasan fisik barulah bisa naik
ke tinggkat berikutnya yaitu sabuk coklat disebut juga PENDEKAR pada tahapan
mereka di haruskan memperdalaman materi gerak, pernapasan dan
pemahaman ideologi perguruan, melatih diri sebagai
pemimpin lapangan serta pengabdian, dalam tingkatan ini sudah harus bisa menguasai semua jurus dan mahir
memimpin anggota perguruan di bawahnya. setelah melalui tahapan tersebut baru mereka
bisa naik tingkat kesanuk hitam dan menyandang predikat ASISTEN dan mengikuti pengesahan kelulusan, setelah matang dalam pembinaan
maka siswa tersebut naik ketingkat sabuk hitam dengan predikat PELATIH, lalu
ketingkat sabuk hitam dengan predikat PEMBINA selanjutnya adalah sabuk hitam
dengan predikat GURU MUDA di bawah tingkatan dari Guru Besar, jadi sabuk hitam
itu sendiri mempunyai tiga tahapan. Tahapan-tahapan yang cukut berat dan rumit itulah membuat murid-murid
perguruan sepecut Marabunta
setelah lulus menjadi pesilat yang tangguh berjiwa kesatria memiliki mental
yang ulet serta berbudi pekerti yang luhur, membuat mereka yang telah lulus
sangat di akui dan di segani oleh masyakat dan sesama pesilat di likungannya. Untuk menjalin silaturahmi dan menjaga persaudaraan antar sesama
alumni dari Perguruan aliran Sepecut Bahari juga senior dan yunior
Perguruan Silat Sepecut Marabunta selalu mengadakan pertemuan di lapangan pusat
perguruan setiap tahunnya membuat persaudaraan sesama anggota perguruan semakin
solit dan terjaga. pada tahun 2016 anggota
perguruanyang terdata di
wilayah kabupaten paser saja kurang lebih 250 orang belum yang di luar daerah, baik yang masih aktif
atau sudah lulus dan hingga saat ini para Asisten dan pelatih perguruan masih
aktif membina bagi para calon pesilat yang berminat menjadi siswa perguruan
Sepecut Marabunta baik di tingkat pusat maupun cabang.#SpM#
2. HUBUNGAN SEPECUT MARABUNTA DENGAN ALIRAN SILAT PULAU PINANG
a.Sekilas sejarah aliran silat Pulau pinang
Sebagaimana yang di nyatakan di awal penulisan bahwa perguruan silat Sepecut Marabunta
adalah perguruan kuntau sepecut yang beraliran silat Pulau Pinang yaitu aliran silat yang cukup tua
bahkan jauh sebelum masa pendudukan Jepang di kalimantan aliran silat Pulau
Pinang sudah ada namun untuk penanggalan belum di ketahui secara pasti. berdasarkan penuturan sesepuh perguruan
Perguruan silat sepecut Baharidan sepecut marabunta serta guru-guru silat lain
yang sealiran, awal aliran ini diperkenalkanoleh seorang pendekar
silat bernama Abdul Karim Alias Sugareng di kalimantan selatan tepatnya di kecamatan Banjarmasin jalan Nargasari, beliau ini adalah seorang putra daerah yang terkenal sebagai pesilat kun tau sepecut yang tangguh dan terkenal di seantero
kalimantan, walaupun demikian ia tetap rendah hati dan
tidak segan-segan untuk berguru lagi dan berbagi
ilmu bila menemukan pesilat yang menurutnya memiliki ilmu yang lebih tinggi serta berbudi pekerti yang baik. suatu masa dia bertemu dengan seseorang yang menurut Abdul Karim berilmu sangat
tinggi dari Pulau
Pinang tanah Rantau Tatakan hilir masih dalam wilayah kalsel yang kemudian menjadi saudara angkat beliau lalu saling berbagi ilmu dengannya namun yang sangat aneh
saudara angkat beliyau tersebut enggan memberi tahu nama aslinya kepada Abdul
Karim bahkan setelah mereka berpisah tetap saudara angkatnya itu tidak mau
memberi tahu namanya, karna
itulah dia memberi nama aliran kuntau yang ia miliki dengan nama silat pulau
pinang demi mengenang jasa saudara angkat yang telah dengan ikhlas berbagi ilmu
kepadanya, setelah itu Abdul Karim alias sugareng membuka padepokan silat di kecamatan Banjarmasin jalan Nargasari Kalimantan selatan namun
perkumpulan silat yang dia dirikan belum memiliki nama yang resmi hanya dikenal
berdasarkan nama silat pulau pinang. pada masa itu perang dunia ke dua
tengah berkecamuk
penjajahan kolonial Belanda sedang melakukan oprasi militer besar-besaran ke
Kalimantan maka demi keselamatan murid-muridnya kegiatan pelatihanpun di lakukan secara diam-diam dan tersembunyi di rumah beliyau walaupun demikian
banyak putra-putri di Banjarmasin yang berhasil di didik menjadi
pendekar silat, bahkan ada yang dengan sengaja datang dari luar wilayah
Kalimantan Selatan untuk menimba ilmu silat kepada Abdul Karim alias Sugareng
setelah lulus mereka di ijinkan oleh sang guru membuka padepokan sendiri di
daerah masing-masing, menyebarlah silat aliran Pulau Pinang di seluruh
kalimantan lalu merekapun menamai
perkumpulan silat mereka sesuai dengan tempat dan keinginannya namun tetap
mengacu kepada aliran awal yaitu aliran silat pulau pinang.#Melatirimba#psb#7sepecut#xSepctBahari#DwiGMr#
b.Sepecut Pulau Pinang
Di tuturkan oleh para sesepuh
beladiri beraliran yang sama bahwa di perkirakan pada tahun 1930/35 Abdul Karim alias sugareng menyerahkan mandat
kepada anak beliau bernama Muhamad Anang untuk memimpin padepokan silat pulau
pinang di Banjarmasin, seiring berjalannya waktu banyak perguruan-peguruan
silat bermunculan di Kal-Sel baik yang sealiran ataupun diluar aliran silat
pulau pinang, demi menjaga identitas dan eksistensi perguruan M Anang meminta
restu kepada Bapaknya sekaligus sebagai guru beliau untuk menamai perkumpulan
silat mereka dengan nama Seni pencak silat utama Pulau Pinang atau disingkat Sepecut Pulau Pinang , sang gurupun
menyetujui maka dikenallah perkumpulan silat mereka dengan nama Sepecut Pulau Pinang oleh masyarakat luas
pada masa itu dan melakukan kegiatan pelatihan beladiri secara terbuka walaupun
dibawah pengawasan ketat pemerintah kolonial Belanda.
|
Foto tahun 1920 Murid Sepecut Pulau pinang
sedang latihan di jalan Nagasari Banjarmasin,di halaman rumah Guru Anang bin
Abdul Karim.(sumbr: Dwi gatot sepecut melati rimba) |
Pada tahun 1940 berdiri sebuah organisasi yang menaungi perkumpulan silat
di Kalimantan dan di luar wilayah yang ingin bergabung yaitu organisasi SIKAPP, pencetuskannya adalah seorang kepala percetakan tribun
di Banjarmasin bernama pak Handana. adapun SIKAPP adalah kependekan dari Seni Kalangan Pencak Pusaka dan
Abdul Karim alias Sugareng selaku penasehat di dalam organisasi tersebut maka
dengan sendirinya perkumpulan silat Sepecut Pulau Pinangpun bernaung dibawahnya bersama perkumpulan silat yang
lain di seluruh Kalimantandan luar kalimantan, kemudian Organisasi SIKAPP aktif melakukan pertemuan dan
pertandingan di berbagai kota provinsi wilayah kalimantan.
Beberapa tahun kemudian setelah masa kemerdekaan bangsa Indonesia
tepatnya pada tahun 1948 perkumpulan-perkumpulan silat di pulau jawa juga membentuk organisasi serupa yaitu
Ikatan Pencak Silat Indonesia atau IPSI di Surakarta, yang konon katanya
organisasi tersebut sudah ada sebelum kemerdekaan, bahkan bapak proklamator Ir Soekarno dinyatakan pernah selaku
pelindung organisasi, di pulau jawa sendiri sempat terjadi silang
pendapat mengenai organisai IPSI dikarnakan dugaan didalamnya didominasi oleh
perguruan tertentu sehingga organisasi tandinganpun bermunculan di pulau jawa
namun di karnakan organisasi tersebut lebih dekat dengan wilayah pemerintahan pusat maka di akuilah IPSI sebagai
organisai resmi yang menaungi perkumpulan silat di seluruh Indonesia namun hal tersebut sangat berpengaruh atas
perkembangan organisasi-organisai diluar IPSI yang pada akhirnya tidak berkembang sebagai mana di
harapkan termasuk organisasi SIKAPP yang ada di kalimantan yang kemudian memberi kebebasan kepada anggotanya yang ingin bergabung dibawah naungan IPSI atas pertimbangan demi
perkembangan masa depan perkumpulan silat itu sendiri, walaupun demikian
organisasi SIKAPP secara tidak resmi masih aktif dan melakukan pertemuan di
berbagai tempat bahkan pada tahun 1975 pernah melakukan pertandingan berskala Nasional sesama aliran silat
pulau pinang dan perguruan silat
lain yang bernaung di bawahnya di kota Samarinda Kalimantan timurperguruan silat
Sepecut Pulau Pinang adalah salah satu
perkumpulan silat yang ikut serta berfartisipasi di dalam pertandingan tersebut.#psb#7spct#Mr#xSepctBahari#
c. Penyebaran perguruan silat Sepecut Pulau Pinang di Kalimantan Timur
Aliran silat pulau pinang setelah
secara resmi membentuk perkumpulan silat Sepecut Pulau Pinang menyebar luas di seluruh kalimantan begitu juga
perguruan silat aliran pulau pinang yang lainnya. Kalimantan timur tidak lepas
dari penyebaran perguruan silat Sepecut baik itu dikota-kota besar maupun kota
kabupaten seperti Kota Tarakan, Samarinda,Bontang,Balipapan, dan kota kabupaten
Paser dan lainnya sehingga banyak melahirkan atlit-atlit berbakat yang
melegenda dalam berbagai evens resmi tingkat
profinsi dan nasional hanya saja tidak ketahui apakah ada atau tidak atlitnya
yang berhasil membawa nama indonesia di tingkat internasional. Masa jayanya
deperkirakan berkisar antara tahun 1920 s/d 82 an setelah itu tidak terdengar lagi sepak terjangnya
para atlit dari perguruan Sepecut Pulau pinang di pertandingan
resmi yang di adakan oleh pemerintah daerah antaupun pusat.#sepecutbahari#SepecutMarabunta#
d.Sepecut Bahari di kabupaten Paser
Di kabupaten paser Perguruan silat
Sepecut Pulau Pinang diperkenalkan oleh
seorang pendekar silat bernama Lasimin bin Mustafa Djafarpada tahun 1951 dan secara terbuka menerima murid tahun
1967 setelah masa G30sPKI mereda di kabupaten paser, beliyau adalah anggota TNI
Angkatan Darat berpangkat Prada masih aktif pada masa itu yang di pindah tugaskan
dari Banjarmasin ke Koramil Tanah Paser yang dulu di
kenal Tanah grogot di bawah pimpinan Letnan Dola dan komandan kodim pak Marto saat peristiwa
menyerahnya dengan suka rela sisa gerombolan Ibnu Hajar dari basis terakhir
mereka di desa Kerang Petangis masih dalam wilayah kabupaten Paser.


Foto Almr Guru Lasimin bin Mustafa Djafar(
Sumbr: Sutiyono Sepecut Marabunta dan elis anak angkat beliyau)
beliyau mendirikan perguruan dan
tempat pelatihan beladiri dengan
meminjam tempat di samping lapangan prajurid asrama TNI AD jalan Senaken
tanah grogot yang sekarang
tanahnya menjadi gedung sekolah Kartika,dan menamakan perkumpulan silatnya
Sepecut Bahari tujuan agar lebih mudah di ingat oleh masyarakat luas, adapun
nama Sepecut Bahari bisa juga di artikan seni pencak silat yang tua atau lebih
dulu namun aliran silatnya tetap mengacu kepada aliran silat kuntau sepecut
pulau pinang yang asli. kegiatan pelatihan di padepokan beliyau sempat
terhenti saat penumpasan
sisa-sisa gerombolan Ibnu hajar yang tetap bertahan di Kerang dan terjadinya kericuhan perbatasan antara kalsel dan kaltim di
wilayah selatan yang langsung berbatasan dengan tanah grogot, setelah suasana
aman kegiatan pelatihan silat di perguruannya yang ia bina kembali aktif.
Perguruan silat Sepecut Bahari
binaan guru Lasimin terbilang
suksesdi kabupaten Paser beliyau banyak mendidik pendekar dan atlit beladiri
yang handal bahkan tidak sedikit menjadi juara di event besar. Nama yang di kenal antara lain
adalah Girman,Ridan,Asnan,Kadir,jidan,umui,dollah,Talip,Ali,Saleh paser,Saleh
bugis,Sultani alias kesot dan lain-lain, Sultani
alias kesot sekarang ini telah
menjadi guru silat yang masih aktif membina di tanah
grogot. pada tahun 1975 SIKAPP pernah mengadakan
pertemuan dan pertandingan berskala nasiaonal di Samarinda, Sepecut Bahari
Tanah grogot adalah perguruan silat yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan
tersebut dan sukses sebagai juara di berbagai kelas, nama-nama yang tersebut
diatas adalah atlit-atlit yang berhasil mengharumkan nama tanah grogot di
tingkat provinsi kalimantan timur bahkan
pada 1982 kementrian Dinas kebudayaan indonesia mengadakan pertandingan pencak silat Nasional di Medan dan seorang Atlit
pencak silat dari Perguruan Sepecut Bahari dari Tanah Gerogot bernama Girman
terpilih sebagai pesilat yang mewakili profinsi Kalimantan Timur oleh
pemerintah daerah dan berhasil meraih juara 1
foto: Girman th 2020
Meningkatnya perkembangan pencak silat di indonesia membuat
perguruan-perguruan silat yang bernaung di bawah IPSI bermunculan kepermukaan
dan semakin aktif melebarkan sayapnya di berbagai penjuru Nusantara demi
menjaring atlit-atlit berbakat kepelosok negeri, hal tersebut berlaku juga di
Kabupaten Paser masuklah perguruan silat dari pulau jawa yaitu Tapak Suci, PD
(Perisai Diri) beberapa tahun kemudian muncul lagi dan Psht teratai dan banyak
lagi perguruan silat yang masuk kekabupaten Paser saat itu. Perguruan silat
Sepecut Bahari sendiri perlahan-lahan mulai surut dikarnakan minat
muda-mudi terbagi ke perguruan silat
luar daerah yang ada di paser dan hal itupun di maklumi oleh sang guru Lasimin
bin Mustafa Djafar walaupun demikian beliau tetap membina bagi yang berminat
menimba ilmu silat di perguruannya. Pada tahun 1975 guru Lasimin menginjak masa
pensiun dari TNI AD dan resmi pensiun pada tahun 1977 dengan pangkat terahir
Serda, sebelum beliau pensiun Guru Lasimin memberi mandat kesemua
murid-muridnya yang telah lulus agar memperkenalkan Ilmu beladiri kemasyarakat
luas dengan membuka tempat pelatihan silat di beberapa wilayah di kabupaten
Paser setelah itu beliau pulang ke Tarakan karna menurut narasumber guru
Lasimin adalah asli orang banjar namun lahir di tarakan kalimantan timur dan saat
masa dinas di TNI beliau bertugas di Banjarmasin.Setelah beliyau menyerahkan
mandat maka masing-masing muridnyapun mendirikan perkumpulan silat menyebar di
tanah gerogot(Tana Paser) namun dengan nama perguruan masing-masing sehingga munculah nama-nama pecahan dari Sepecut Bahari diantaranya:Sepecut
Sebongkar,Sepecut macan Ampar, Sepecut Sepinang, Sepecut Bunga putih, Sepecut tengkorak hitam, Sepecut
Semut Hitam,Sepecut Marabunta dan lain-lain, namun yang masih bertahan hingga
saat ini adalah pecahan dari Sepecut Bahari adalah Sepecut Marabunta sedangkan
yang lainnya tidak di ketahui lagi aktifitasnya. pada tahun 1993 sempat muncul
perguruan silat satu aliran dengan Sepecut Bahari yaitu Sepecut Melati Rimba
namun bukan murid dari guru Lasimin perguruan silat tersebut di pimpin Pak Izul
bin Abidin murid generasi ketiga dari Maha guru Sugareng bahkan atletnya sempat
mejadi juara 1 di evens tingkat daerah (PORDA) yang di adakan pemerintah
Kabupaten Paser namun setelah itu tidak terdengar lagi kegiatan mereka di
Kabupaten Paser Tanah Gerogot.#xSepecutbahari#SepecutMarabunta#
e. Perguruan silat Sepecut Marabunta adalah generasi penerus Sepecut
Bahari di tana paser
Setelah mendapat mandat dari sang guru kemurid-murid perguruan Sepecut
Bahari aktif melatih di berbagai tempat di kabupaten paser seperti daerah Jone,
Paser Belengkong, Lolo, Kuaro, Petangis.dan guru Lasimin setelah menerima Sk
pensiun di ketentaraan kembali ke kampung halamannya dan sepeninggalan beliau
Sepecut Bahari mengalami perpecahan dan menurunan drastis dikarnakan semakin
sedikitnya muda-mudi yang berminat menimba ilmu di perguruan sepecut bahari,
kemudian salah satu murid guru Lasimin yaitu Sultani alias kesot mengambil inisiatif membuat beberapa inovasi baru dalam perguruan
baik itu dalam hal jurus maupun sistem didalamnya dan menggantikan nama
perguruan silat sepecut Bahari menjadi Sepecut Marabunta lalu membuat lambang perguruan dengan gambar semut berwarna
merah bertujuan menciptakan
suasana baru dalam perguruan,
walau sedikit ada perselisihan paham dampak dari perubahan nama dari perguruan
tersebut dengan saudara seperguruan namun pada akhirnya bisa terselesaikan
seiring waktu berjalan. Adapun ide nama Marabunta pertama kali mucul dari murit-murid pertama dari guru
Sultani yang sedang istirahat latihan dan berbincang-bincang dengan sesamanya,
dalam perbincangan tersebut mereka berandai-andai bila mereka menggantikan nama
perguruan harus pakai nama apa selain dari sepecut bahari. waktu itu lapangan
mereka sering kali di masuki semut api atau dalam bahasa Banjar semut salimbada
yang bila menggigit akan menimbulkan rasa sakit gatal dan panas, dan kedatangan
semut kelapangan mereka tersebut selalu berhasil membuat berhenti atau menunda
kegiatan latihan beladiri mereka. Kebetulan juga pada waktu itu di gedung
bioskop Sirana tayang film laga Indonesia berjudul Marabumta yang di bintangi oleh Stanley Achman yang
rilis pada tahun 1973 dan muncullah ide untuk memberi nama
perguruan mereka dengan nama Sepecut Marabunta dan di sepakati Guru Sultani sendiri yang juga terinspirasi sebuah peristiwa yang cukup bersejarah di
Paser pernah kedatangan kompi TNI AD dikenal sangat di takuti lawan yaitu
kompi Marabunta yang lebih kenal dengan tentara semut saat peristiwa penumpasan
sisa-sisa gerombolan Ibnu Hajar di petangis yang masih bertahan setelah
sebagian telah menyerahkan diri di tanah grogot.


Foto Sultani alias kesot bin Ibas guru besar
silat sepecut marabunta
Setelah guru Sultani alias kesot menggantikan nama perguruan silat Sepecut Bahari menjadi
Sepecut Marabunta Indonesia minat muda-mudi di tanah grogot akan pencak silat
lokal kembali hidup dan beliau secara resmi menerima dan melatih murid baru pada tahun 1976, awal beliau melatih di jalan Handinoko gang
Keluarga di Kota kabupaten Tanah Gerogot.Perguruan silat Sepecut Marabunta
adalah perguruan silat asli kalimantan dan sebagai perguruan tuan rumah di
Kabupaten Paser bernaung di bawah IPSI daerah kabupaten yang tetap bertahan
sampai hari iniaktif membina pesilat-pesilat muda di setiap pelosok daerah
kabupaten paser kalimantan timur.#xsepecutbahari#SepectMarabunta#
3. HUBUNGAN
SILSILAH PERGURUAN SEPECUT MARABUNTA DENGAN SEPECUT PULAU PINANG
Hubungan silsilah perguruan silat Sepecut Marabunta
dengan aliran silat pulau pinang di ambil dari jalur Anang putra dari Abdul
Karim penerus aliran silat pulau pinang sendiri, bila diruntun
berdasarkan penuturan para sesepuh sepecut Marabunta dan sesepuh Sepecut Bahari
serta perguruan yang beraliran sama uraian silsilah dari bawah sebagai berikut
pendiri Sepecut Marabunta yaitu Guru
Sultani alias Kesot berguru Kepada Guru Lasimin pendekar Perguruan Sepecut
Bahari dan Guru Lasimin berguru di padepokan Sepecut Pulau pinang
pimpinanAnang, Anang adalah anak sekaligus murid Abdul Karim alias Sugareng
sebagai pendiri aliran silat pulau pinang. Maka dapat kita ambil kesimpulan
bahwa perguruan silat Sepecut Marabunata Indonesia sangat erat keterkaitannya
dengan aliran silat pulau pinang yaitu aliran silat asli Kalimantan yang
sangattua dan sangat melegenda dunia persilatan, walaupun demikian Perguruan
silat sepecut marabunta untuk gerak dan jurus memiliki sedikit perubahandari pada aliran silat sebelumnya yang disebabkan adanya
perkembangan silat di era modern sekarang ini yang menuntut kreatifitas
para guru menggabungkan beberapa aliran
silat yang pernah mereka pelajari diluar dari pada aliran silat pulau pinang serta
beberapa teknik yang legal dalam pertandingan resmi sebagai materi tambahan
yang mereka terapkan dalam pelatihan, membuat gerak dan jurus yang dimiliki sedikit
berbeda karena itu perguruan silat Sepecut Marabunta mempunyai ciri khas
tersendiri namun karekteristik dari silat yang mereka bawa tetap mengacu kepada
alira silat awal yaitualiran silat PulauPinang.#sepecutMarabunta#xsbahari#
4. LAMBANG PERGURUAN SILAT SEPECUT MARABUNTA
INDONESIA DANMAKNANYA

Sebagai mana perguruan silat pada umumnya
Perguruan silat Sepecut Marabunta Indonesiamemiliki lambang kebanggaan, Adapun
lambang itu berbentuk bulat yang di dalamnya tertera gambar semut merah menyamping dengan dasar warna kuning dua buah cambuk dikiri-kanan dan di kelilingi sebuah lingkaran warna
merah di bagian dalam dan lingkaran hitam bagian
luar yang di antara kedua lingkaran bertuliskan Sepecut Marabunta
Indonesia berwarna hitam dimana di setiap bagian lambang dan warna tersebut mempunyai makna pilosofi menyesuaikan ideologi silat yang di anut oleh perguruan,Adapun makna dari lambang tersebut bila di jabarkan berdasarkan idiologi Perguruan silat
Sepecut Marabunta sebagai berikut : Semut merah bermakna persatuan yang tinggi, dasar kuning
bermakna keagungan dan kemuliaan serta etika yang tinggi, dua buah cambuk atau
pecut bermakna gerakan silat yang bisa keras dan lemah lebih mengutamakan
kesabaran dalam berilmu dan menempatkan ilmu dalam kebenaran serta etika yang luhur dalam bersilat, dua buah lingkaran satu berwarna merah yang mengelilingi lambang bagian dalam bermakna persaudaraan yang kuat dan solid, tulisan nama
perguruan berwarna hitam dan lingkaran warna hitam mengelilingi tulisan
perlambang niat dan
cita-cita yang tinggi tidak tergoyahkan dalam
pelestarian seni budaya pencak silat nusantara terutama silat asli Kalimantan. Adapun tujuan dari
perguruan silat Sepecut Marabunta di dirikan adalah KESEHATAN, KEKELUARGAAN, KESELAMATAN. Dan
inilah paling utama di beri pemahaman kepada Murid-murid dari perguruan saat
berlatih .#SepecutMarabunta#
5. PERJALANAN
PANJANG LAMBANG PERGURUAN SEPECUT MARABUNTA
Pada awal terbentuknya perguruan silat
sepecut marabunta oleh Guru Sultani alias Kesot pada tahun 1976 lambang
perguruan belum sesempurna seperti yang ada sekarang ini dikarnakan
keterbatasan media pembuatannya pada masa itu.
foto stempel perguruan berdasarkan lambang 1976
Pada tahun 1985 Perguruan Sepecut Marabunta masuk dalam
ke anggotaan IPSI dan lambangpun mengalami perubahan menyesuaikan status
keanggotaannya saat itu,
foto
stempel perguruan berdasarkan lambang tahun 1985
pada tahun 1997 guru mengadakan rapat dengan senior
Perguruan Sepecut Marabunta untuk menyempurnakan lambang perguruan karna
menurut guru lambang yang ada masih belum sepenuhnya mewakili pilosofi dan
idiologi dari perguruan setelah melalui proses yang cukup panjang dan diskusi
yang alot dalam internal perguruan yang di pimpin oleh guru besar sendiri yaitu
Sultani dan beberapa Asisten I dan tingkat II beliyau di antaranya Puguh Syayekti, Sutiyono Abdulrahman, Basir, Aji, madi dan lain-lain
yang akhirnya di sepekatilah lambang sebagai mana gambar yang ada.
foto lambang perguruan tahun 1997
Dan pada tahun 2017 di sempurnakan kembali oleh anggota
perguruan Hadi karna beliyau punya kemanpuan di bidang editing computer
.
foto
lambang yang telah di sempurnakan 2017
Lambang yang telah disempurnakan pada tahun 2017 telah di
tetapkan sebagai lambang perguruan Sepecut Marabunta saat ini.#sepectmarabnta#
6. PROFIL PARA GURU DALAM SILSILAH PERGURUAN
SILAT SEPECUT MARABUNTA
a. Mahaguru Abdul Karim alias sugareng
Mahaguru Abdul Karim alias Sugareng untuk
tahun penanggalan lahir penulis belum menemukan narasumber yang mengetahui
secara pasti,hanya saja di kisahkan beliyau adalah seorang putra daerah Banjar
asli dan bakat beliyau bersilat adalah bakat yang di turunkan dari ayahnya
menurut kisah narasumber ayahnya adalah guru silat kuntau yang cukup kesohor,
setelah selesai berguru silat dengan ayahnya maha guru Abdul karim alias
Sugareng berapa tahun kemudian bertemu dengan seseorang dari kampung Pulau
Pinang Tatakan hilir wilayah Rantau masih dalam wilayah Kalsel dan menjadi
saudara angkat beliyau lalu saling berbagi ilmu,ada juga menceritakan kalau
saudara angkatnya dari kampung pulau pinang tersebut bukan pesilat tetapi seorang ulama islam karna
itulah mereka bertukar ilmu,
saudaranya belajar ilmu silat dan maha Guru Abdul Karim belajar ilmu agama
namun maha guru sangat sedih karna saudara angkat tidah pernah memberi tahu
namanya hanya memberitahu nama asalnya saja karna itu setelah mereka berdua
selesai berbagi ilmu dan berpisah sang maha guru memberi nama aliran silatnya
dengan nama silat pulau pinang demi mengenang saudara angkatnya tersebut. Abdul
Karim alias Sugareng dinyatakan oleh para sesepuh silat di Kalimantan merupakan induk dari pada perguruan silat beraliran
Pulau Pinang saat iniyang menyebar di Kalimantan dengan nama perguruan yang
berbeda-beda.maha guru Abdul Karim alias Sugareng meninggal pada tahun 1963 dan
di makamkan di Nagasari Banjarmasin.#psb#melatirimba#7sepecut#xsepecutbahari#
b. Guru Han Ong yu
Guru Ong
yu merupakan sosok ahli beladiri asal cina dari wilayah Shan tung adapun
impormasi tetang guru ini sangatlah minim, hanya pernah di singgung oleh salah
seorang murid dari guru Lasimin yaitu Dato Girman pada saat penelusuran penulis
bahwa Guru Ong yu adalah seorang pendekar Kung fu yang bermukim di pecinaan
kota Banjarmasin Kal-Sel, adapun beladiri yang di miliki oleh guru tersebut
adalah Banji Quan (delapan penjuru mata angin), Banji Quan adalah kung fu yang
cukup kuno suku Han dari barat dataran cina, di singgung pula bahwa Guru Ong yu
memiliki cacat tubuh tampa tangan kiri di duga akibat dari Pibu (adu ilmu
beladiri) dengan sesama jago Kung fu di cina yang di menangkan oleh Guru ong
yu. Dato Girman menyampaikan cerita dari Gurunya (Lasimin) bahwa guru ong yu
penah mendemontrasikan kekuatan Ging kang dengan mengangkat sebuah tong yang
penuh air hanya dengan ujung sebilah rotan saja, melihat hal tersebut maka Guru
Lasimin langsung berguru ilmu beladiri kepada guru Ong yu.# sptB#DatoGir#
c. Anang bin Abdul karim
Anang bin Abdul Karim adala putra dari
pendiri silat pulau pinang yang konon menamakan perguruan silat yang di bangun
ayahnya dengan nama perguruan silat Sepecut Pulau Pinang dituturkan bahwa beliyau merupakan penerus
ayahnya namun ada juga yang menyatakanbahwa beliyau tidak benar-benar melatih
silat hanya sebagai wakil ayah beliyau di padepokan karna
usianya masih sangat muda saat itu namun telah menguasai jurus silat yang
diturunkan ayahnya. adapun penanggalan lahir dan wafatnya
beliyau tidak di ketahui secara pasti karna penulis belum menemukan
narasumber yang tepat.#Psb#7sepecut#Melatirimba#xSepecutBahari#
d. Guru Lasimin bin Mustafa Djafar
Guru Lasimin bin Mustafa Djafar
adalah pendekar perguruan Sepecut Pulau Pinang dan pendiri perguruan silat
Sepecut Bahari yang memperkenalkan aliran silat Pulau Pinang ke masyarakat
kabupaten Paser Kalimantan Timur.beliyau adalah putra asli kalimantan suku
banjar yang lahir di Tarakan kaltim,setelah masuk ketentaraan di tugaskan di
Banjarmasin kemudian di pindah tugaskan ke Kabupaten Paser Kaltim saat masa
ricuhnya G/30sPKI dan penumpasan sisa-sisa gerombolan Ibnu Hajar dari kalsel
yang membuat pertahanan terakhir di daerah petangis dan kerang pada tahun 1965.
Guru Lasimin adalah pesilat berbakat dan bakat itu ia dapati dari ayah dan
kakeknya yang di kisahkan merupaka pendekar silat kun tau terkenal. sejak masih
anak-anak beliyau sudah sangat mahir bersilat dan rajin berguru silat kepada
guru-guru silat selain ayah dan kakeknya,sehingga menimba ilmu silat menjadi
suatu hobi baginya,bahkan pada usia remaja beliyau pernah
mengikuti pertandingan silat antar profinsi di Ujung Pandang dan berhasil
menjadi juara serta di anugrahi bintang jasa emas oleh penyelenggara masa itu. setelah dewasa beliyau masuk
ketentaraan dan diterima lalu di tugaskan di Banjarmasin di sanalah guru
Lasimin berguru beladiri aliran kung tao cina aliran shan tung di kampung
komunitas pecinaan di Banjarmasin dengan seorang guru suku cina she Han bernama Ong Yu di kenal dengan gelar
pendekar tangan satu karna menurut ceritanya guru pendekar Han Ong Yu hanya mempunyai satu tangan
sebelah kanan.setelah selesai menimba ilmu silat dengan guru tersebut beliyau
kembali menimba ilmu di padepokan silat Sepecut pulau pinang yang di pimpin Anang putra Sugareng
aliran silat inilah sangat berkesan di hati Lasimin bin Mustafa Djafar karna
ada kemiripan gerak dari silat kuntau
yang ia perlajari dari ayah dan kakeknya di kampung halaman saat beliyau masih
remaja. namun ada juga narasumber menceritakan
bahwa beliyau langsung berguru kepada maha guru Abdul Karim alias Sugareng. Secara kebetulan setelah menyandang
predikat kependekaran dari padepokan Sepecut Pulau Pinang beliyau di pindah tugaskan ke
Kalimantan timur tepatnya di tanah Grogot kabupaten Paser saat beliyau berpangkat Prada. di tanah gerogot beliyau bertemu
seorang perempuan jawa bernama Yati dan menikahinya namun mereka tidak di
karuniai anak sehingga Guru Lasimin dan istrinya merawat anak dari adik
istrinya yang mereka anggap sebagai anak mereka sendiri bernama Edi, Elis, Aswad.
setelah bertugas di tanah gerogot hoby beliyau mempelajari ilmu silat tidak
pernah surut sehingga setiap ada waktu luang dari tugasnya sebagai Tentara
beliyau selalu mencari impormasi kepada masyakat setempat siapa tokoh yang pandai ilmu silat di
daerah tersebut yang bisa di jadikan guru dan akhirnya bertemu seorang guru
silat kun tau paser bernama Tua Renreng orang-orang Bugis
pesisir memanggilnya Ambo Renreng di desa Seliliran daerah pesisir lalu menimba
ilmu dengan guru tersebut,setelah selesai beliyau berguru lagi dengan seorang
guru silat Sendeng bugis bernama guru Baco,bahkan di ceritaka beliyau pernah
berguru ke seorang pesilat banten yang tidak di ketahui namanya. Setelah
beliyau merasa cukup guru Lasimin membuka tempat pelatihan silat di di wilayah asrama TNI di
jalan senaken tanah gerogot pada tahun 1951 atas permintaan warga di lingkungan
beliyau bertugas, dan secara resmi menerima murid pada
tahun 1967. Saat menginjak masa pension dengan pangkat terakhir Serda beliyau memberi mandat kepada murid-muridnya
untuk melatih silat dan pulang ke Tarakan berselang berapa tahun kemudian
beliyau kembali lagi ke tanah gerogot dan meninggal di sana pada usia 76 tahun pada tanggal 10 mei 2017 dimakamkan
di pemakaman muslim km 4 jalan Jone.
e. Guru Sultani alias Kesot bin Ibas
Guru
Sultani alias Kesot bin Ibas adalah murid dari Guru Lasimin bin Mustafa Djafar
pendiri dari perguruan silat Sepecut Bahari beraliran silat pulau pinang,
beliyau asli putra daerah suku Banjar lahir diTanah Gerogot jln
Handinoko pada tanggal 02 bulan mei tahun 1954 guru Sultani tidak
mempunyai silsilah pesilat sebagaimana gurunya namun mempunyai hobi yang sama
yaitu mencari guru-guru silat untuk menimba ilmu silat, ayah beliau adalah
seorang petani dan mempunyai usaha sampingan sebagai penjahit dan pedagang
keliling.Sultani muda yang sangat mengidolakan bintang Kung fu Holiwood
kenamaan yaitu Bruec Lee mulai
menimba ilmu silat di padepokan silat Sepecut Marabunta saat berusia 16 tahun diperkirakan pada tahun 1970
setelah lulus dan menyandang gelar pendekar di perguruan Sepecut Bahari pada
tahun 1974 beliau berguru lagi ke pak bono seorang pesilat minangkabau yang bekerja di kantor kejaksaan
Tanah Gerogot setelah selesai guru Sulatani berguru lagi ke seorang pesilat
kuntau banjar bernama Pak Jumri, walaupun beliau banyak berguru berbagai macam
aliran silat tetapi silat dari Perguruan Sepecut Bahari tetap yang utama
baginya dan selalu aktif mengabdi di perguruan sebagai asistent pelatih yang masa itu status pelatih
masih di percayakan guru Lasimin kepada Pak Dolah, Asnan dan Kadir karna mereka adalah Kakak seperguruannya. Pada tahun 1975 guru
Lasimin menginjak masa pensiun dan maha guru menyerahkan mandat kepada semua
muridnya dan mempersilahkan untuk membuka perguruan silat di Kabupaten Paser
termasuk guru Sultani alias Kesot, setahun kemudiantepatnya tahun 1976 beliau
membuka perguruan silat di jalan Handinoko gang Sepakat Tanah Gerogot dengan jumlah murid kurang
lebih 20 orang dan menamai perguruan silatnya dengan nama Sepecut Marabunta
dengan lambang semut Marabunta
berwarna merah, pada tahun 1985 IPSI terbentuk di Kabupaten Paser
Tanah Gerogot perguruan Sepecut Marabunta sebagai perguruan tuan rumah yang punya
andil besar di dalamnya dan Guru Sultani alias Kesot terpilih sebagai dewan
hakim di setiap pertandingan resmi yang di adakan di Tanah Gerogot sebagai
tanda penghormatan kepada Perguruan Sepecut Marabunta oleh pengurus IPSI.Pada
tahun 1997 beliyau mengundurkan diri sebagai dewan hakim dengan tujuan memberi
peluang kepada generasi yang lebih muda untuk menempati posisi tersebut dan
ingin lebih fokus dalam kegitan pembinaan dan sebagai guru besar di perguruan
sendiri.
.

.
Foto piagam Guru sultani
penghargaan sebagai dewan Hakim di pentandingan silat tingkan PORDA Kabupaten
Paser Tanah Gerogot
Pada tahun 1980 guru
Sultani menikah dengan Saniayah perempuan suku bugis asal Gerogot setelah cukup
lama membina rumah tangga keduanya berpisah pada 1996 dikarnakan tidak
mempunyai keturunan, kemudian menikah lagi pada tahun 1999 dengan Arbaiyah
perempuan suku paser asal Sueto masih dalam wilyah paser.
Pada saat ini Guru
Sultani bin Ibas mendirikan padepokan di samping gedung olah raga jln Banting Setir Tapis Tanah Gerogot Kabupaten Paser di rumah
beliyau sendiri sekaligus sebagai seketarian pusat perguruan Sepecut Marabunta
Indonesia yang membawahi beberapa ranting yang menyebar di wilayah Paser.
7.PEGURUAN SILAT SEPECUT MARABUNTA
SAAT INI
Perguruan silat Sepecut
Marabunta di bawah pimpinan Guru Besar Sultani alias Kesot sekarang ini adalah
perguruan lokal yang mempunyai sistem terstruktur dan teroganisir secara baik dan
tetap aktif membina putra-putri daerah dalam hal beladiri,berdasarkan data
perguruan pada tahun 2017 anggota yang masih dalam pembinaan berjumlah 80 orang
dan telah meluluskan kurang lebih 500 orang pendekar dengan cabang yang
menyebar di berbagai daerah di Kabupaten Paser, di setiap evend resmi yang di
selenggarakan IPSI dan KONI atlit-atlit perguruan Sepecut Marabunta selalu
aktif berpartisipasi seperti ajang seleksi antar pelajar O2SN, PORKAB seleksi PORPROV dan PRAPON. saat ini para anggota yang
telah lulus giat mensosialisasikan pencak silat asli kalimantan perguruan Sepecut
Marabunta ke masyarakat luas sebagai perwujudan niat akan pelestarian khasanah
budaya Nusantara yang adiluhung karna sangatlah disayangkan bila muda-mudi
Kalimantan mengesampingkan dari pada seni budaya sendiri yang sama istimewa
dengan budaya luar Kalimantan bahkan sangat mampu untuk bersaing dengan budaya
luar Nusantara atau kekancah Internasional sekalipun.
8. PENUTUP
Tujuan penulisan risalah perguruan silat Sepecut
Marabunta ini adalah untuk menambah pengetahuan muda-mudi akan kekayaan budaya
Kalimantan terutama tentang pencak silat lokal dengan harapan rasa cinta akan
budaya sendiri kembali bangkit, karna tidak dapat kita pungkiri bahwa muda-mudi
Kalimantan saat ini lebih cendrung mencintai budaya luar daerah dan
mengesampingkan budaya sendiri yang ternyata punya keistimewaan yang sama,hal
inilah yang menyebabkan budayasendiri perlahan-lahan lenyap dan tidak dikenal
lagi oleh anak cucu kita di kemudian hari.
Di samping itu tulisan ini adalah sebagai jawaban akan pertanyataan dan
pertanyaan masyarakat luar tentang perguruan Silat Sepecut Marabunta atau
pencak silat asli borneo pada umumnya yang di anggap meragukan akan sejarah
terbentuknya dan juga banyak yang beransumsi bahwa perguruan Silat Sepecut
Marabunta serta perguruan silat borneo lainnya yang adaadalah perguruan yangdibentuk
pada era baru sekarang ini.
Yang sangat terpenting adalah dengan penulisan dari pada risalah
Perguruan Sepecut Marabunta agar lebih meyakinkan pada murid-murid perguruan akan keberadaan
sejarah dari pada perkumpulan silat yang mereka ikuti.
Karna itu kami penulis sangatlah berharap kepada muda-mudi Kalimantan
agar lebih mencintai seni budaya sendiri,bangkit, gali dan lestarikanlah karna
seni budaya sendiri sama istemewanya dengan budaya luar daerah terutama dalam
hal pencak silat, bukan berarti kita mengesampingkan atau mengatakan budaya
luar tidak layak namun bila kita gali dan melestarikan budaya Kalimantan tentu
itu akan menambah dari pada kekayaan budaya Nusantara yang kita cintai ini.
Akhir kata dari penulis bagi yang berkenan membaca Risalah perguruan kami
bila memiliki data atau pakta mengenai isi tulisan ini yang lebih kongkrit maka
untuk keikhalasannya kami mohon untuk berbagi agar kami tidak selalu dalam
kekeliruan,Wa salam......... jaya pencak silat Borneo
PERGURUAN PENCAK SILAT YANG SERUMPUN SEPECUT
PULAU PINANG










FOTO DOKUMENTASI
KEGIATAN PERGURUAN SEPECUT MARABUNTA INDONESIA DARI MASA KE MASA
-
foto dokumentasi saat mengikuti Pekan Olah Raga
Daerah th 1997 Kab Paser


-
foto saat mengikuti O2SN, PORPROF dan PRAPON di
tanah grogot KAL-TIM th 2017




-
Foto guru besar Sultani dan murid perguruan Sepecut
Marabunta Indonesia



-
Foto latihan bersama anggota cabang dan pusat



-
Foto-foto guru besar dan
guru muda Sepecut Marabunta














-
Foto acara tahunan perguruan
-






-
Foto kegiatan pembinaan siswa dan kegiatan kenaikan
tingkat










Narasumber:
·
Blog PSB
·
Blog Melati Rimba
·
Blog Sepecut7
·
Guru Besar Sepecut Marabunta Sultani alias Kesot
·
Murid-murid Sepecut Bahari(Ali,Girman,Ibnu, dll)

Komentar
Posting Komentar